عبدةهماس

I write my life pieces

  • Quote

    Quote

    Aku pernah menunggu seseorang empat tahun hidupku, tapi tak kunjung nampak ujungnya. Kulanjutkan dengan menunggu seseorang yang lain, hampir satu tahun. Ia menunda keseriusannya selama itu. Tapi Tuhan tak mau aku menunda lagi. Kini aku menunggu sebelas mingguku untuk bersama seseorang yang kukenal kurang dari sebelas mingguku, semoga Tuhan mengijinkan (26 November 2014).
  • K. Will - Day 1

    K. Will - Day 1

    Day 1

    K. Will

    It’s really cheerful song. I love it.

    I hope my man sings it for me, hahaha. 

    English Translation:

    What are you doing today? Are you busy?
    If not, do you want to hang out with me?
    I have something to tell you, it’s nothing special
    but I think I like you

    I’ve never said that before
    You’re my lady you’re my baby
    But really, I’m not kidding
    From today, from now
    will you be mine baby

    Of all the ugly guys
    I’m the best looking
    What do I have to do to let you know how I feel?
    Thinking of you drives me crazy

    So I’m not that handsome
    but I think I look cute when I smile
    I’ll do better than all the guys out there, my love
    I love you

    Close your eyes and count to three
    Now open and tell me what you see
    Nothing? You don’t see your man?
    It’s day 1 from today

    I’ve never said that before
    You’re my lady you’re my baby
    But really, I’m not kidding
    From today, from now
    will you be mine baby

    Of all the ugly guys
    I’m the best looking
    What do I have to do to let you know how I feel?
    Thinking of you drives me crazy

    So I’m not that handsome
    but I think I look cute when I smile
    I’ll do better than all the guys out there, my love
    I love you

    Just come to me, don’t think
    Come closer, don’t hesitate
    I know I’m not enough
    But more than anyone in this world
    I love you baby

    Of all the good-looking guys
    there’s not a single nice one
    But you know I’m the nicest guy
    Thinking of you drives me crazy

    Everyone keeps saying
    You and I look great together
    I’ll do better than all the guys out there, my love
    I love you



    Read more: http://www.kpoplyrics.net/k-will-day-1-lyrics-english-romanized.html#ixzz3D073CSJL 
    Follow us: @kpoplyrics_net on Twitter | kpoplyricsnet on Facebook

  • Tuhan Maha Ajaib

    Tuhan Maha Ajaib

    Tuhan Maha Ajaib

    Akhirnya aku bisa menuliskannya. Kurang dari sebelas minggu lagi aku akan menikah dengan lelaki yang kurang dari sebelas minggu ini kukenal.

    Aku pernah berpikir akan menikah dengan orang yang sama sekali tak kukenal. Tapi hidup ini penuh irisan seperti di matematika. Siapa Mas Rio, siapa aku. Siapa bapakku, siapa bapak mertuaku. Siapa dia dengan ibuku, dengan kakak lelakiku. Semuanya serba ajaib. Let me explain it

    Aku dan Mas Rio adalah dua orang yang sama sekali tidak mengenal satu sama lain. Dilihat dari sudut pandang mana pun, kami bukan dua orang yang mungkin ‘kebetulan’ bertemu di supermarket atau tempat les, atau lokasi mana pun. Dari segi usia, dia 3 tahun di atasku. Jadi, saat dia lulus SMA, aku baru masuk SMA. Kami pun dari SMA yang berbeda. Apalagi SMP. Dia SMP di Pare, aku di Kediri. Dia pendidikan di Semarang, aku masih SMA di Kediri hingga lulus tahun 2009. Di tahun yang sama, Mas Rio penempatan di Makassar, sedangkan aku kuliah di Surabaya, kemudian ke Malang setahun berikutnya.

    Tapi, bapak-bapak kami adalah teman seangkatan waktu SMA. Bapak IPS, sedangkan Bapak Mas Rio IPA. Sama-sama angkatan 1977, SMAN 1 Kediri. Bapak kami bekerja di Pemkot Kediri. Pertemuan yang sama sekali tidak disengaja (tapi pasti sudah Alloh rencanakan sejak dulu kala), setelah 30 tahun lebih tidak bertemu untuk reuni, Bapak menjemput Bapak Mas Rio untuk reuni di Kota Batu. Anak adalah kebanggan orang tua. Itulah yang beliau berdua perbincangkan, aku dan Mas Rio. Sepulang dari reuni, nampaknya Bapak dan Ibu Mas Rio ingin lebih dari sekadar teman SMA: besan.

    Mas Rio adalah alumni SMAN 2 Kediri. Tempat Ibuku bekerja selama 11 tahun belakangan dan sekolah kakak lelakiku. Mas Rio di kelas 3 IPA 4, dan ibuku mengajar di 3 IPA 5-7. Mas Rio angkatan 2006, sedang kakakku 2007. Hanya berselisih satu tahun. Tapi tak satupun dari keluargaku ‘menyadari’ keberadaannya.

    Bonus ekstranya adalah… sebelum denganku, Mas Rio akan dijodohkan dengan mantan calon kakakku. Sebut saja namanya NAN. Ibu NAN ingin mengenalkan NAN dengan calon suamiku. Tapi ternyata, di saat yang sama, ibuku ingin NAN menjadi kakak iparku. Akhirnya, NAN memilih kakakku. Meskipun kini mereka tidak lagi bersama.

    Ajaib, bukan?

    Perkenalanku sejak awal Juni, kini tinggal menghitung hari untuk menjadi selamanya. Aku akan mengenalnya seumur hidupku, lelaki yang akan bertanggung jawab atas aku dan anak-anakku di hadapan Tuhan. Antara cemas dan bahagia menanti hari perjanjian suci itu.

    Sepertinya aku dibayang-bayangi trauma masa lalu. Kegagalan memiliki hubungan yang aku mulai tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku, berjalan sekian lama tapi tidak bisa dilanjutkan hingga tahap yang lebih serius. Padahal niat untuk hidup bersama dalam tuntunan sudah nyata dan mantap kami ikrarkan.

    Sehari setelah ta’aruf (mungkin agak menyimpang dari makna sebenarnya. Aku sudah banyak bertukar pikiran dengan Mas Rio sebelumnya melalui telepon, BBM, dan SMS. Jadi, perkenalan ini hanya sebatas perkenalan secara fisik, pertemuan perdana),aku menanyakan pada Mas Rio, selanjutnya apa? Mas Rio menginginkan hubungan yang, ya… bisa dibilang pacaran. Tapi aku dengan tegas menolak. Daripada berpacaran yang diketahui orang tua, aku memilih dilamar.

    Kalau hanya sebatas pacaran, maka jika terjadi sesuatu (katakanlah: putus), maka hanya menyangkut kami berdua. Tapi, jika sudah lamaran, maka yang terlibat bukan hanya kami berdua, tapi keluarga kami. Jadi, kalau kami ada masalah, setidaknya kami memikirkan perasaan kedua orang tua kami.

    Akhir Juli, 3 Syawal 1435 H, keluarga besar (bukan keluarga inti lagi) melamarku. Dan kunjungan balasan keluargaku dilaksanakan 29 Agustus 2014. Selang waktu antara lamaran keluarga Mas Rio dengan keluargaku, kami semakin dekat. Banyak hal kami bagi: mulai dari masa lalu, sekarang, pandangan masa depan, dan cita-cita.

    Sepertinya Tuhan sudah berbaik hati menumbuhkan kasih sayang dan hormat di antara kami berdua. Semakin kami mengenal, semakin kami menerima bahwa memang tidak ada yang sempurna dan telah kami niatkan untuk melangkah lebih serius lagi. Bukan lagi karena kedua orang tua kami yang ingin berbesan, tapi telah menjadi kebutuhan kami satu sama lain. Kebutuhanku akan seorang pemimpin hidup (hidupku sendiri), laki-laki yang akan menyayangiku seumur hidupnya, namun bukan Bapakku. Dan kebutuhannya akan seorang teman, sahabat, dan penyemangat.

    Seberapa aku yakin keseriusannya? Kadang pertanyaan itu muncul di dalam benakku, atau bahkan orang-orang terdekatku. Bagaimana bisa perjodohan berlangsung di tahun 2014? Di tahun ketika setiap orang bebas memilih teman hidupnya. Waktu aku menyatakan keraguan pada Mas Rio, dia hanya menjawab, “Kalau saya tidak serius, saya tidak akan bilang ke Ibu untuk ngelamar Adek saat itu juga,” “Aku pengen cepet-cepet nikah sama Adek biar bisa pacaran sama Adek.”

    Mengenai pedang pora, dia hanya mengatakan, “Buatku, pedang pora hanya kebanggan semu. Kebangganku dan yang penting adalah nikahin Adek dan bisa langgeng.”

    Dia tidak hanya menunjukkan keseriusannya, tapi kasih sayangnya padaku dan kedua orang tuaku. Dia menjagaku, tidak melanggar pesan kedua orang tuaku. Orang tua Mas Rio pun juga sangat menyayangiku. Setiap aku datang ke rumahnya, aku diperlakukan sangat baik. Bahkan seperti anak sendiri.

    Mungkin ini rezeki yang sudah Tuhan janjikan. Siapapun yang nurut sama orang tua dengan niat ibadah, mengharap ridho Tuhan melalui orang tua, semua akan terasa nikmat, mudah, dan (insyaa Alloh) lancar. Hanya akan terasa berat jika kita berpikir orang tua mengatur, mendikte, menyetir hidup kita. Adakah orang tua yang tega menyengsarakan anak?

    Dan aku sama sekali tidak menyesal dengan keputusanku menerima tawaran (tapi lebih cenderung ke perintah) orang tuaku. Aku bahagia dengan Mas Rio.

    Tuhan Maha Ajaib, bukan?

  • Habis baca tweet Felix Siauw,kok ngejleb banget rasanya. Ketika kita menghendaki lelaki sholih,kita malah membuatnya jauh dari Tuhan. Saat pria ingin wanita sholihah, dia justru membuatnya mencampakkan Tuhan dg pacaran.
    Bagaimana bisa suatu pernikahan dimulai dari suatu dosa? Bisa-bisa nggak berkah tuh. Astaghfirulloh.

    Dia mengajak menikah,bukan mencampakkan Alloh. Tapi apalah daya, Alloh kepingin tau seberapa besar kesabaranku berdoa, biar Alloh ngasih ridho lewat org tua.

    Merasa jadi manusia munafik, tahu hukumnya tapi masih aja nglakuin dosa. Diumbar lagi. Astaghfirulloh..

  • Picture

    Picture

  • Quote

    Quote

    What have u mised? A chance. But i think of you. Sometimes
  • Picture

    Picture

    hemas for modis magazine on ied fitr and ramadhan edition